Tukak Lambung (Ulkus)

Tukak Lambung (Ulkus) – Tukak peptik adalah perlukaan yang tejadi pada lambung dan duoddenum (usus 12 jari). Penyebab penyakit ini adalah iritasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung terhadap mukosa lambung. Kelainan ini terjadi akibat pertentangan antara cairan lambung sebagai faktor agresif (penyerangan) dan resistensi (daya tahan) mukosa lambung sebagai faktor protektif (pertahanan). Apabila mempelajari pengaruh makanan terhadap cairan lambung, tukak peptik dapat ditmbulkan oleh jenis makanan yang banyak mengandung protein hewani seperti daging. Hal in disebabkan oleh karena protein dapat meningkatkan pelepasan cairan lambung.

Tukak Lambung (Ulkus)

Tukak Lambung (Ulkus)

Tukak lambung (ulkus) adalah penyakit lambung yang terjadi apabila dinding lambung rusak akibat mukus yang menyelimutinya rusak. Enzim yang dihasilkan di dalam mukus memakan bagian-bagian kecil pada lapisan permukaan lambung. Penyakit lambung yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyebabkan dinding lambung berlubang sehingga isinya jatuh ke dalam rongga perut.

Namun dengan demikian, terdapat perbedaan antara tukak lambung dan tukak duodeneum. Pada tukak duodeneum, sekresi asam lambung tiga kali lebih tinggi dibandingkan pada tukak lambung. Gejala awal terjadinya Tukak Lambung (Ulkus) adalah nyeri pada ulu hati yang akan hilang setelah makan atau minum obat maag. Atas dasar ini, tukak peptik dapat mengalami remisi (berkurangnya gejala penyakit untuk sementara) dan eksaserbasi (penyakit kambuh dengan gejala yang berat). Penderita penyakit ini biasanya akan mengalami muntah di malam hari. Ada perbedaan gejala klinis antara tukak duodeneum dengan tukak lambung. Pada tukak duodenum, nyeri yang amat sangat akan dirasakan pada malam dan subuh hari. Sedangkan, pada tukak lambung rasa nyeri pada ulu hati tidak terlalu berat, tetapi rasa sakit akan timbul setelah makan. Oleh karenannya, penderita penyakit ini biasanya menjadi takut dan enggan untuk makan.

Tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori harus diobat dengan antibiotika yang harus diperoleh dengan resep dokter. Antibiotika yang sering dipakai adalah kombinasi klaritomisin dengan amoksisilin atau metronidazol yang harus digunakan sekitar 2 minggu. Selain itu, juga dikombinasi dengan obat-obat lain yang bertujuan mengurangi produksi asam lambung ataupun melindungi permukaan mukosa lambung dari serangan asam lambung.

Kebanyakan Tukak Lambung (Ulkus) terjadi jika sel-sel mukosa usus tidak menghasilkan produksi mukus yang adekuat sebagai perlindungan terhadap asam lambung. Penyebab penurunan produksi mukus dapat termasuk segala hal yang menurunkan aliran darah ke usus, menyebabkan hipoksia lapisan mukosa dan cedera atau kematian sel-sel penghasil mukus. Ulkus jenis ini disebut ulkus iskemik. Penurunan aliran darah terjadi pada semua jenis syok. Jenis khusus ulkus iskemik yang timbul setelah luka bakar yang parah disebut ulkusa Curling (Curling ulcer).

Ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk mengobati tukak lambung :

Terapi non medikamentosa :

  1. Terapi ini dianjurkan untuk melakukan rawat jalan pada penderita, jika gagal atau juga adanya suatu masalah komplikasi, maka dianjurkan untuk melakukan rawat inap.
  2. Untuk mengontro diet, sebaiknya air jeruk yang asam, minuman bersoda, bir, kopi tidak mempunyai pengaruh userogenik yang muncul pada mukosa lambung namun bisa menambah terjadinya sekresi pada lambung.
  3. Pada penderita sebaiknya dianjurkan untuk tidak merokok, karena malah akan menyebabkan proses penyembuhan tukak gaster kronik mengalami hambatan, selain itu juga bisa mengambat proses sekresi bikarbonat pancreas yang bisa menambah keasaman dari duodeni, dan bisa menambah refluks duodenogastrik akibat dari terjadinya relaksasi pada sfingter pylorus sekaligus malah meningkatkan terjadinya tukak mengalami kambuhan.

Terapi medikamentosa :

  1. Pemberian antasida yang merupakan basa lemah yang bereaksi dalam hal sam hidrokolik, yang akan membentuk garam dan jga air untuk membantu mengurangi terjadiinya keasaman pada lambung. Enzim pepsin yang bisa bekerja pada pH biasanya akan lebih tinggi dari 4, dan penggunaan antacida juga bisa mengurani aktivitas terjadinya pepsin.
  2. Antagonis Reseptor H2/ARH2
    Penggunaan pada obat antagonis reseptor H2 ini digunakan untuk menghambat sekresi asam lambung yang sangat efektif dalam hal menghambat sekresi asam nocturnal.
  3. Proton pump inhibitor/PPI
    Merupakan suatu mekanisme kerja unntuk membantu memblokir kerja enzim dari K+H+ATPase yang kemudian akan memecah menjadi K+H+ dan setelah itu menghasilkan energi yang bisa digunakan untuk membantu mengeluarkan asam HCl dari kanalikuli pada sel parietal ke dalam lumen lambung. PPI bisa mencegah pada pengeluaran asam lambung yang berasal dari sel kanalikuli, yang menyebabkan terjadinya pengurangan pada rasa sakit pada pasien yang mengalami masalah tukak, dan juga mengurangi aktivitas dari faktor agresif pepsin dengan pH >4 serta bisa meningkatkan terjadinya efek eradikasi oleh regimen triple drugs.
  4. Penggunaan Koloid Bismuth
  5. Sukralfat
  6. Prostaglandin
  7. Dan penatalaksanaan infeksi H Pylori

Selain itu, ada tindakan lain yang dilakukan, salah satunya adalah melakukan tindakan operasi jika dirasa memang perlu untuk melakukannya. Dan hal ini juga dilakukan jika terapi medik gagal atau terjadinya suatu komplikasi seperti pendarahan.

Tukak Lambung (Ulkus)


=====================================

>>> Nutrisi Gandum Talbinah, Obat Untuk Mengatasi Sakit Maag atau Radang Lambung atau Tukak Lambung, Mengatasi Gangguan Pada lambung, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Tukak Lambung and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>